Entri Populer

Senin, 24 Januari 2011

Proposal Skripsi

PROPOSAL SKRIPSI
PERANAN PENTING MUSEUM NEGERI SUMATERA SELATAN BALAPUTRA DEWA SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN BAGI MAHASISWA KESENIAN ANGKATAN 2008 UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

1.      Latar Belakang
Sebagai bangsa yang mempunyai warisan budaya yang sangat kaya, bangsa Indonesia sejak awal perjuangan kemerdekaannya telah mencanangkan pentingnya pembinaan dan pengembangan kebudayaan. Hal ini diatur dalam Undang-udang Dasar 1945 yang mengamatkan dua hal yang membina warisan budaya itu disatu pihak dan mengembangkan atau memanfaatkannya dilain pihak kedua amanat yang sangat ideal tersebut dalam prakteknya menjadi tanggung jawab lembaga permusyawaratan.
Museum sebagian lembaga pelestarian yang tertumpu pada kegiatan penelitian dan pengembangan warisan budaya. Sehingganya telah tersebar dalam rumusan museum itu sendiri. Menurut definisi yang diajukan oleh International Conncil of Museum (ICOM) pasal 3 dan 4 dalam bahasa Indonesia berbunyi: Museum adalah sebuah lembaga tetap, tidak mencari ke untungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, yang mengumpulkan memelihara, meneliti, memamerkan barang-barang pembuktian manusia dan lingkungannya untuk tujuan studi, pendidikan dan rekreasi. Selain itu, museum juga memiliki tugas-tugas diantaranya adalah melaksanakan pengumpulan perawatan. Pengawetan, penyajian, penerbitan, serta memberikan bimbingan tentang benda-benda yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah yang bersifat regional.
Sebelum terbitnya UU nomor 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah. Museum negeri propinsi Sumatera Selatan “Bala Putra Dewa” adalah salah satu unit pelaksana teknis (UPT) direktorat permuseuman dibawah direktorat Jenderal Kebudayaan sejak tahun 2001 telah diberlakukannya UU tentang otonomi daerah. Museum negeri provinsi Sumatera Selatan “Bala Putra Dewa” juga mengalami perubahan yaitu menjadi museum “Balaputra Dewa” dan bergabung dengan museum Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) selanjutnya ketiga museum ini di sebut museum negeri Sumatera Selatan yang statusnya berada dilingkungan Dinas  Pendidikan Nasional.

2.      Masalah
Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah merupakan upaya untuk menetapkan batas-batas masalah dengan jelas. Yang memungkinkan untuk mengindentifikasi faktor apa saja yang termasuk ke dalam lingkup permasalahan dan faktor mana yang tidak (Supriyanto, 2004:47).
Mengingat luasnya ruang lingkup permasalahan, maka penulis membatasi permasalahan agar jangan sampai terjadi kesimpang siuran. Pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah ” Peranan Penting Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa Sebagai Sarana Pendidikan Bagi Mahasiswa Kesenian Angkatan 2008 Universitas PGRI Palembang.”

Rumusan Masalah
Problematika penelitian adalah bagian pokok dari suatu kegiatan penelitian disebut perumusan masalah, yang berupa pertanyaan yang akan dicari jawabannya (Arikunto, 1998:52).
Untuk lebih memudahkan dan mengarahkan penelitian serta untuk melakukan analisis data, maka penulis dapat merumuskan masalah penelitian ini sebagai berikut:
Bagaimana Peranan Penting Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa Sebagai Sarana Pendidikan Bagi Mahasiswa Kesenian Angkatan 2008 Universitas PGRI Palembang.

3.      Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah pernyataan mengenai ruang lingkup dan kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan masalah yang telah dirumuskan (Supriyanto, 2004:48).
Sesuai dengan rumusan diatas, maka penulis mengemukakan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa memahami pengetahuan budaya dan warisan bangsanya sendiri yang banyak terdapat dimuseum.


4.      Manfaat Penelitian
Sesuai dengan judul skripsi ini, maka manfaat dari pengurusan skripsi ini adalah:
1.      Mahasiswa mampu memperdalam pengetahuan budaya dan warisan bangsa sendiri, yang pada gilirannya dapat mempertaguh jati diri budaya mereka.
2.      Dapat meningkatkan kesadaran mahasiwa terhadap peran museum sebagai lembaga pendidikan formal dalam rangka ikut secara aktif di dalam proses mencerdaskan bangsa.
3.      Mahasiswa akan lebih mengerti dan menyadari arti pentingnya museum bagi dunia pendidikan.

5.      Tinjauan Pustaka
Pengertian Museum
Museum berasal dari kata ”Museum” yaitu tempat pemujaan/persembahan yang ditujukan untuk keseimbangan dewi muza. Dewi muza adalah anak dewa zeus yang merupakan lambang berbagai cabang ilmu dan kesenian. Seiring dengan perubahan zaman, hakekat ”Museum” mengalami perubahan dan perkembangan tetapi landasan ilmiah dan kesenian tetap berjiwa arti museum sampai sekarang. Jadi museum ini adalah tempat untuk menyimpulkan benda-benda.
Pemerintah mengeluarkan PP No.19 tahun 1995 antara lain berisi tentang definisi museum. Museum adalah lembaga tempat penyimpanan, perawatan, pengemanan dan pemanfaatan benda-benda bukti materil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya pelindugan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.
Sejarah Museum Balaputra Dewa
Pembangaunan museum diawali dengan studi kelayakan akan lokasi museum. Hasil studi kelayakan mengenai lokasi ditunjuklah jalan srijaya Km 5.
Pembangunan gedung museum sendiri dilaksanakan secara bertahap dimulai tahun 1977/1978 sampai dengan 1982/a983. pembangunan dilaksanakan diatas tanah seluas 23.565 m3. Sedangkan gaya arsitektur merupakan perpaduan antara gaya bangunan tradisional dan bangunan modern. Bagian atap menampilkan gaya dengan ciri khas rumah limas, sedangkan bagian badan tergolong pola bangunan modern.
Pemberian nama ”Bala Putra Dewa” pada nama museum berlandaskan pemikiran bahwa nama ”Bala Putra Dewa” merupakan nama salah seorang raja yang membawa kerajaan sriwijaya pada masa kejayaan.
Museum Balaputra Dewa Sebagai Saran Pendidikan
Pendidikan dapat kita artikan sebagai suatu proses ”enculturation” suatu proses pewarisan kebudayaan museum Balaputra Dewa disamping menyajikan berbagai macam benda, koleksi yang sangat erat kaitanya dengan materi pelajaran di perkuliahan, juga berfungsi sebagai temoat rekreasi. Jadi dengan melakukan kunjungan ke museum mahasiswa dapat belajar sambil berekreasi.
Di dalam sistem pendidikan, museum berkedudukan atau berfungsi sebagai salah satu sumber belajar karena dari museum mahasiswa dapat memperoleh berbagai macam ilmu pengetahuan, baik yang berhubungan dengan materi pelajaran di perkuliahan maupun pengetahuan-pengetahuan baru.

6.      Anggapan Dasar
Anggapan dasar adalah suatu titik pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik (Winarno Surachmad, 1972:97). Anggapan dasar ini merupakan landasan teori didalm pelaporan hasil penelitian. Adapun anggapan dasar yang dapat dirumuskan adalah bagaimana Peranan Penting Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa Sebagai Sarana Pendidikan Bagi Mahasiswa Sejarah Angkatan 2004 Universitas PGRI Palembang.

7.      Prosedur Penelitian
1.      Metode Penelitian
Berasal dari bahasa Yunani methor yang kamu diartikan metodologi adalah cara atau jalan. Sehubungan dengan upaya inilah, maka metode mencakup masalah cara kerja yaitu cara kerja untuk memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu yang bersagkutan (Koentjaraningrat, 1991:7)
Dalam penyusunan skripsi ini penulis menggunakan deskriptif analisis, metode dsekriptif analisis adalah metode yang membelikan gambaran tentang sesuatu setelah datanya terkumpul kemudian melakukan analisis data yang sudah ada seperti yang dikemukakan oleh Ibnu Najar dalam bukunya yang berjudul ”Dasar’dasar Metodelogi Pendidikan Kuantitatif dalam Pendidikan” adalah sebagai berikut: ”Metode yang digunakan adalah metode deskriptif maka hasil penelitiannya adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk deskriptif dengan menggunakan angka-angka statistik.”
Metode deskriptif digunakan untuk berupaya memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang. Adapun memecahkan atau menjawab permasalahannya adalah dengan cara menyajikannya dalam bentuk deskriptif dengan menggunakan angka-angka statistik.

2.      Teknik Pengumpulan Data
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa cara untuk mendapatkan dan mengumpulkan data maka peneliti menggunakan teknik sebagai berikut:
a.       Teknik Observasi
Teknik observasi dalam penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data dengan cara pengamatan secara langsung terhadap obyek yang akan diteliti yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini. Dimana penggunaan teknik observasi dimakusdkan untuk memperoleh data tentang museum.
b.      Teknik Wawancara
Wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara tanya jawab baik secara langsung maupun tidak langsung dengan sumber data (Ali, 1985:83). Wawancara ni digunakan dalam rangka memperoleh data secara berkomunikasi baik secara langsung dengan pihak-pihak yang berkepentingan di daerah penulisan. Adapun teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini hanya sebagai pelengkap dalam rangka memperoleh data.
c.       Angket
Jenis angket atau kuisioner digunakan dalam penelitian ini adalah angket terbuka dan tertutup. Angket terbuka yang di maksud dalam penelitian ini yaitu sejumlah pertanyaan yang kemungkinan jawabannya diserahkan pada responden. Dengan demikian responden diberikan kebebesan dalam memberikan jawabannya. Selain itu juga digunakan angket tetutp yaitu siswa dalam memberikan jawaban atau pendapatnya sudah dihadapkan pada pilihan jawaban yang sudah tersedia. Jadi siswa tinggal memilih dan menentukan jawaban yang dikehendaki.
Pertanyaan yang diajukan dalam angket tertutp ini adalah mengenai respons mahasiswa terhadap peran Muesum Negeri Sumatera Selatan.
Apaun langkah-langkah penyusunan angket ini adalah sebagai berikut:
a.       Menyusun kisi-kisi angket dan daftar pertanyaan
b.      Menyusun butir-butir pertanyaan
d.      Teknis Analisis data
Teknik analsis data dalam penelitian ini digunakan teknik kualitatif, yaitu mengumpulkan data sebanyak mungkin, setelah dilakukan analisis data yang sesuai dengan judul penelitian ini, diklasifikasi dan menyimpulkan (Joko, 1991:3). Dalam menggunakan analisis data kualitatif ini penulis mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca dan menganlisi buku-buku yang mendukung setiap pokok bahasan yang ada.
2.      Klasifikasi Data
Klasifikasi data sesuai dengan bahan pada bab atau sub bab.
3.      Pengelolah Data
Pengelolah data dengan cara menghidupkan beberapa sumber yang ada hubungannya dengan judul skripsi. Setelah beberapa data terkumpul, kemudian diadakan pengolahan data untuk mendapatkan pengolahan data yang relevan. Sehingga suatu penelitian benar-benar didukung oleh data yang ada.



DAFTAR PUSTAKA

Ali Muhammad, 1997. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi Angkasa. Bandung.

Arikunto, Sunarsimi. 1998. Prosedur Penelitian. Rineka Cipta. Jakarta.

Mardiana Intan, 2006. Kebijakan Permuseuman. Derektorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudyaan Dan Pariwisata.

Priyono Dwi. Museum dan Pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumatera Selatan.

Saragih, Menaris dkk, 2006. Buku Panduan Museum Sumatera Selatan. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Supiyanto, 2004. Dikatat Ringkas Filsafat Ilmu. Penerbit Universitas PGRI Palembang.

Suracmad, Winarno. 1972. Pengamat Pendidikan Ilmiah. Tarsito Bandung.

Yusnania, 1998. Museum Negeri Propinsi Sumatera Selatan ”Bala Putra Dewa”




DAFTAR ISI


Halaman
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI
1.        Latar Belakang ............................................................................................  1
2.        Masalah .......................................................................................................  2
2.1    Pembatasan Masalah ............................................................................  2
2.2    Rumusan Masalah ................................................................................  2
3.        Tujuan Penelitian .........................................................................................  3
4.        Manfaat Penelitian ......................................................................................  3
5.        Tinjauan Pustaka .........................................................................................  4
5.1    Pengertian Museum .............................................................................  4
5.2    Sejarah Museum Bala Putra Dewa ......................................................  5
5.3    Museum Balaputra Dewa Seagai Saran Pendidikan ............................  5
6.        Anggapan Dasar ..........................................................................................  6
7.        Prosedur Penelitian .....................................................................................  6
            Metode Penelitian ........................................................................................  7
            Teknik Penggumpulan Data .........................................................................  7
a.       Teknik Observasi .............................................................................  7
b.      Teknik Wawancara ..........................................................................  7
c.       Angket ............................................................................................  8
8.        Daftar Pustaka ............................................................................................  10


PERANAN PENTING MUSEUM NEGERI SUMATERA SELATAN BALAPUTRA DEWA SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN BAGI MAHASISWA KESENIAN ANGKATAN 2008 UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG



PROPOSAL OLEH
Nama                                      : ARIF WIBOWO
Nomor Pokok Mahasiswa     : 2008 161 053
Program Studi Pendidikan     : PENDIDIKAN SENDRATASIK
Jurusan Pendidikan                : PENDIDIKAN KESENIAN



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA

PALEMBANG 2008/2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar